Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

Juliana Moechtar Akan Penuhi Pesan Terakhir Suami Bersama Ifan Seventeen

K24News, Jakarta – Ada sebuah pesan terakhir gitaris band Seventeen, Herman Sikumbang, sebelum meninggal. Pesan itu diungkapkan kepada sang istri, Juliana Moechtar. Terkait pesan tersebut, Juliana berjanji akan memenuhinya.

Ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Kamis, (14/2), Juliana Moechtar mengatakan mendiang suaminya berpesan agar dia berduet dengan Ifan Seventeen.

Menurut Juliana, mendiang Herman memintanya untuk ikut menyanyikan lagu bersama Ifan. Menariknya, lagu tersebut merupakan salah satu ciptaan Herman Sikumbang sendiri.

“Iya, jadi almarhum udah nyiapin beberapa lagu. Tinggal pembagian suara saja,” kata Juliana.

Lihat juga: Asus Fokus Bikin Gaming Dan Ponsel Baterai Berkapasitas Jumbo

Disambut Baik

 Pesan sang suami itu disampaikan pada Ifan dan langsung disambut baik rekan Herman tersebut. Selama ini, Ifan memang telah mengetahui, hobi serta cita-cita Juliana adalah menjadi seorang penyanyi.

“Kita kan sudah dekat banget, jadi Kak Ifan tau hobi aku suka menyanyi sejak pacaran sama almarhum. Memang dia tahu, jadi dia mengajak dengan tulus karena dia tahu cita-cita aku,” ucapnya.

Sibuk Kampanye

Ifan Seventeen

Namun rencana duet tersebut belum bisa diketahui kapan akan terwujud. Meski berharap bisa segera terealisasi, Juliana mengatakan bahwa Ifan masih disibukkan dengan kegiatan kampanye.

“Ingin secepatnya sih. Kak Ifan juga lagi ke Dapil. Sampai bulan April dia di Pontianak. Jadi kita kerjakan yang bisa kita kerjakan dulu,” tuturnya.

Cara Ifan Seventeen Obati Kerinduannya Terhadap Sang Istri

Dylan sahara
K24NEWS.ME – Kehilangan sang istri dan orang yang kita cintai untuk selamanya adalah hal yang tidak mudah untuk dihadapi. Apalagi jika orang tersebut meninggal secara mendadak.
Ifan Seventeen

Hal ini yang dihadapi oleh Ifan, yang ikut mengalami Tsunami yang terjadi di Selat Sunda akhir tahun 2018 lalu.

Dia kehilangan para sahabat terbaiknya dan sang istri sekaligus, pastinya hal ini meninggalkan trauma dan luka yang mendalam tersendiri baginya.

Hingga saat ini, sang penyanyi grup Seventeen tersebut pun masih terbayang akan sosok sang istri, Dylan Sahara. Hal tersebut diungkapkan oleh Riedhan Fajarsyah yang merupakan saudara kembar dari Ifan.

Riedhan, atau lebih akrab dipanggil Idan, mengaku pernah melihat Ifan menunjukkan sikap yang tidak biasa saat mengobati rindunya terhadap Dylan.

“Pernah 2 kali ketahuan sama saya dan ada orang rumah juga,” kata Idan dikutip dari K24News.

“Dia di depan rumah main HP sambil merokok. Dia tersenyum sendiri, pas gua tanya ternyata dia lagi WA-an sama Dylan,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, saat berada dikamar, orang yang ada dirumah juga melihat sang suami Dylan Sahara itu mengambil baju istrinya dan memeluk baju itu, atau terkadang dia memutar video kenangannya bersama sang istri.

Pengakuan Adik Ifan Seventen, Idan

“Dia pas ketahuan, bilang jadi malu,” kata Idan.

Meski terlihat tegar dan tidak terlihat menitikkan air mata, kondisi Ifan hingga saat ini memang belum sepenuhnya stabil.

“Dia ya masih begitu. Tapi, bukan yang sedih atau nangis,” kata Idan.

Ifan Seventeen Mulai Menjalankan Aktivitas Baru Seusai Selamat dari Tsunami Banten

Ikut acara kajian

K24News – Berita tentang tsunami Banten akhir 2018 lalu memang menghebohkan. Terlebih band terkenal Seventeen turut menjadi korban bencana tersebut. Kejadian tragis tersebut merenggut ketiga personil Seventeen dan menyisakan Ifan , sang vokalis. Tak hanya itu, istri Riefian Dylan Sahara yang baru dinikahinya 2 tahun juga turut menjadi korban meninggal.

Bukan hal yang mengherankan jika hingga saat ini Riefian masih trauma karena kehilangan banyak orang terdekatnya sekaligus. Namun, dikabarkan jika saat ini Riefian tengah berusaha memulihkan diri dari trauma. Ada pun aktivitas baru ifan saat ini juga upaya untuk mengobati hati.

Ifan Mondok di pesantren

Ifan Seventeen

Menenangkan diri dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan memang merupakan cara yang terbaik. Begitu juga yang diyakini oleh pria bernama lengkap Riefian Fajarsyah ini memilih untuk mondok di pesantren, tepatnya Pesantren Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Memang sih, Riefian tidak nunjukin aktivitas mondoknya di pesantren. Tapi justru wartawan yang datang langsung dan melakukan wawancara pada pria kelahiran 16 Maret 1983 ini. Menurut Riefian , dia memang sempat takut untuk pulang kerumah karena terlalu banyak kenangan bersama sang Istri. Hm, semoga bang Riefian cepat pulih dari traumanya ya..

Ikut acara kajian

Ikut acara kajian

untuk mondok di pesantren sendiri, tidak seperti santri lain, Ifan hanya privat selama beberapa hari aja. Namun, setelahnya Ifan masih mengikuti acara kajian keagamaan. Sebelum bencana terjadi, diketahui jika Seventeen memang sudah mulai berhijrah dan banyak melakukan aktivitas keagamaan. Hingga kini, Ifan sepertinya makin intens dengan kegiatan rohaninya. Melihat kegiatan Ifan, banyak fans yang merasa kagum. Tak sedikit teman seleb yang juga memuji ketegaran Riefian.

Kirim doa untuk orang tercinta

Ifan Fajarsyah

Lupa pada orang tercinta yang baru saja pergi, mungkin tidak akan bisa ya. Bisa dibayangkan, Dia bersama dengan para member band yang sudah belasan tahun, mereka tak hanya seperti teman, tapi seperti sodara. Dengan sang istri pun, mereka baru resmi menikah 2 tahun. Ditinggal mendadak karena bencana, pastilah Ifan mengalami depresi yang hebat. Masih menyadari jika yang terjadi adalah kehendak Tuhan, Ifan mengaku hanya bisa banyak-banyak mengirim doa untuk mereka yang sudah tiada.

Selalu minta ditemani

Kedekatan Ifan dan Idan

Kalau permintaan satu ini, sepertinya sangat bisa dimengerti ya. Kalau seseorang lagi terpuruk, memang gak bisa ditinggal sendiri. Hal itu juga di sampaikan oleh Idan, saudara kembar Riefian. Menurut Idan, dia dari dulu emang sosok yang paling tegar di keluarga. Namun, sebagai saudara yang paling paham perasaannya, Idan selalu berusaha ada untuk mengajak ngobrol. Boleh jadi Ifan memang terlihat tegar di luar, tapi di depan sang kembaran, Riefian mengaku jika dia seperti gak kuat dengan apa yang menimpanya. Sedih banget ya, ngebayangin gak betapa beratnya ujian Bang Ifann.

Hal paling menyakitkan dalam sebuah kebersamaan adalah kenyataan bahwa perpisahan bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun. Sebagai manusia, kita tidak bisa mencegah hal itu. Barangkali, manfaatkan kebersamaan dengan kualitas yang lebih baik adalah agar kita tidak menyesal ketika berpisah.