Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

Kasus Pemerkosaan Reynhard Sinaga dan Aturan Meliput Pengadilan Inggris

Reynhard Sinaga

Jakarta, K24news Indonesia – Pengadilan Manchester, Inggris, menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada seorang warga Indonesia, Reynhard Sinaga, usai terbukti bersalah memperkosa 48 laki-laki dalam kurun waktu 2,5 tahun. Namun, yang menarik adalah sikap media massa di Inggris yang baru memberitakan perkara ini bersamaan setelah putusan dibacakan karena ada kode etik khusus untuk meliput di pengadilan.

Seperti dilansir Manchester Evening News, Selasa (7/1), saat perkara Reynhard mulai disidangkan, pengadilan setempat sudah menerbitkan peringatan melarang jurnalis meliput persidangan Reynhard.

Lihat juga: Korut Uji Nuklir, Trump Kasih Peringatan Ke Kim Jong-Un

Pertama peringatan itu diharapkan bisa menjamin 4 proses persidangan terhadap Reynhard berjalan adil, dan menjaga juri dalam masing-masing sidang tidak mengetahui bukti-bukti ataupun putusan perkara sebelumnya.

Kedua adalah hal itu bisa membantu polisi mengumpukan bukti-bukti dan meminta keterangan saksi korban, dan menjamin mereka mau bersaksi di pengadilan. Mereka khawatir jika perkara itu ramai diberitakan di media massa, maka bakal membuat para korban atau saksi enggan bersaksi dipengadilan,

Sedangkan menurut Panduan Peliputan Persidangan Organisasi Standar Pers Independen (IPSO) Inggris, media massa dilarang menulis tentang korban kejahatan seksual serta rekan dan kerabat terdakwa dalam sebuah kasus. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga privasi korban.

Akan tetapi, jika masyarakat menuntut supaya pewarta menuliskan nama kerabat atau rekan terdakwa dalam laporan mereka, maka jurnalis mempunyai dasar untuk melakukannya. Termasuk ketika orang-orang predikat tersebut menjadi saksi meringankan di persidangan.

Lihat juga: Bintang Iklan Rokok yang Tak Merokok Meninggal Dunia

Mereka juga mewajibkan seluruh wartawan yang meliput di pengadilan mematuhi peraturan, terutama ketika ada larangan untuk melakukan peliputan dalam sebuah sidang yang tertutup atas perintah hakim. Larangan peliputan ini umumnya berlaku otomatis dalam peradilan kasus kejahatan seksual.

Jika aturan ini dilanggar, maka pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh pewarta atau media massa tersebut bisa mengadukannya ke aparat penegak hukum.

Aparat Cina Tangkap 4 WN Inggris Diprediksi Ikut serta Narkoba

Inggris
Inggris

Jakarta, K24news Indonesia– Sebanyak 4 masyarakat Inggris ditangkap di daerah timur suatu provinsi di Cina pada Jumat( 12/ 7). Insiden penangkapan ini terjalin 2 hari sehabis kepolisian Cina menangkap pelakon perdagangan narkoba yang mengaitkan 16 masyarakat asing.

Bagi laporan kepolisian, pelakon tertangkap di antara lain 7 orang guru serta 9 murid yang seluruhnya merupakan masyarakat asing. Tetapi, polisi tidak berikan data rinci lain terpaut kewarganegaraan pelakon maupun fakta- fakta khusus dari permasalahan ini.

Lihat juga: Diduga Diperkosa oleh Anggota Parlemen Malaysia, Trauma Pekerja Migran Indonesia

“Kami sedang menghubungi aparat berwenang Cina setelah penangkapan 4 warga Inggris di provinsi Jiangsu, dan sedang memberikan bantuan konsuler,” ujar seorang juru bicara kedutaan Inggris di Beijing, seperti dilansir Reuters.

Juru bicara itu mengatakan bahwa pihak kedutaan belum mengkonfirmasi apakah penangkapan tersebut berkaitan dengan kasus narkoba atau tidak.

Kepolisian kota Xuzhou di provinsi Jiangsu telah lebih dulu menangkap 19 orang yang terlibat kasus narkoba di sebuah sekolah bahasa di Cina pada Rabu (10/7) lalu.

Sementara, pada pekan ini, sekolah bahasa asal Swiss, Education First yang mengembangkan cabangnya di Cina, akhirnya mengeluarkan sebuah pernyataan pengakuan bahwa seorang tersangka dalam kasus narkoba itu berasal dari salah satu sekolahnya di Xuzhou.

Lihat juga: Pria Irlandia Dipenjara Karena Membunuh Anak Anjing

Pihak sekolah juga sedang bekerjasama dengan kepolisian guna melakukan penyelidikan dan sejumlah karyawan yang terlibat akan segera diberhentikan.

Dalam hukum yang berlaku di China, pelaku khusus narkoba terancam kurungan penjara dalam waktu yang cukup panjang. Sementara, mereka yang melakukan perdagangan narkoba terancam hukuman mati.

Tahun ini, China pernah menghukum mati 2 warga kanada terlibat perdagangan narkoba. Hal ini pun menyebabkan hubungan diplomatik Beijing dan Vancouver memburuk.

Lihat juga: Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Irak

Pemerintah China merasa geram dengan penangkapan yang dilakukan Vancouver terhadap salah satu direktur Huawei, Meng Wanzhou, atas permintaan Amerika Serikat karena Meng diduga berupa menghindari sanksi AS terhadap Iran.

Akibatnya, banyak yang menduga hukuman mati terhadap 2 orang warga Kanada itu merupakan aksi balas dendam China.

Bayi Remaja Inggris Yang Gabung ISIS Meninggal Dunia

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, K24news Indonesia – Bayi dari remaja Inggris yang kabur dari London untuk bergabung dengan ISIS di Suriah, Shamima Begum, dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (8/3).

Mustafa Bali, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika Serikat, mengonfirmasi bahwa bayi bernama Jarrah itu meninggal di kamp penampungan mereka.

Lihat juga: Setahun Hilangnya MH370 Dan Lima Teori Liar

Kabur dari Inggris di usia 15 tahun, Begum kemudian menikahi seorang militan ISIS, Yago Riedijk.

Begum sudah sempat melahirkan 2 anak, tapi keduanya juga meninggal, layak anaknya yang ke-3 ini.

Ketika ISIS mulai terdesak akibat gempuran besar-besaran koalisi pimpinan AS, Riedijk menyerahkan diri ke SDF. Militan asing asal Belanda itu kemudian ditampung di kamp penahanan di Suriah.

Selama berada di kamp tersebut, Begum berulang kali mengatakan bahwa dia ingin pulang ke Inggris. Namun, pemerintah Inggris mencabut kewarganegaraannya.

Lihat juga: Shamima Begum: Seperti Apa Kehidupan Pasutri ISIS Di Suriah?

Setelah mendapatkan kabar mengenai kematian anak ke-3 Begum ini, pemerintah Inggris tidak mengubah keputusannya.

“Kematian anak manapun merupakan peristiwa tragis dan sangat menekan keluarganya,” demikian pernyataan juru bicara pemerintahan Inggris.

“Kementerian Luar Negeri terus mengingatkan untuk tidak berpergian ke Suriah sejak April 2011. Pemerintah akan terus melakukan apa pun untuk mencegah warga terjerumus ke dalam terorisme dan berpergian ke zone konflik berbahaya.”

Inggris Cabut Kewarganergaraan Remaja Yang Gabung ISIS

Shamima Begum

Inggris dilaporkan mencabut kewarganegaraan Shamima Begum, remaja yang kabur dari London untuk bergabung dengan ISIS di Suriah sekitar lima tahun lalu. (Reuters/Laura Lean)

Jakarta, K24News Indonesia – Inggris dilaporkan mencabut kewarganegaraan Shamima Begum, remaja yang kabur dari london untuk bergabung dengan ISIS di Suriah sekitar 5 tahun lalu.

Keluarga Begum mendapatkan konfirmasi mengenai pencabutan kewarganegaraan ini melalui sebuah surat yang diterima pada Selasa (19/2).

Lihat juga: Makam Karl Marx Kembali Jadi Sasaran Perusakan

Dialamatkan kepada ibu Begum, surat itu berisi kutipan. “Berikut sejumlah dokumen yang berkaitan dengan keputusan Menteri Dalam Negeri untuk mencabut kewarganegaraan Inggris untuk putri Anda, Shamima Begum.”

Surat yang dipublikasikan oleh ITV News itu berlanjut, “Terkait segala urusan putri Anda, notifikasi keputusan Menteri Dalam Negeri sudah diajukan hari ini, dan perintah pencabutan kewarganegaraan Inggris ini sudah berlaku.”

Sky News melaporkan bahwa situasi ini sangat dimungkinkan karena Begum memiliki 2 anak kewarganegaraan, yaitu Inggris dan Bangladesh.

Lihat juga: Jokowi Resmi Lantik Gubernur Dan Wakil Gubernur Riau

Tak lama setelah kabar itu tersiar, Menteri Dalam Negeri , Sajid Javid, mengatakan kepada Reuters bahwa dia “tidak akan ragu” mencegah kepulangan warga Inggris yang pernah mendukung oraganisasi teroris di luar negeri.

Kuasa hukum keluarga Begum, Mohammed T Akunjee, pun menyatakan kekecewaan sikap Javid tersebut.

“Kami mempertimbangkan semua cara legal untuk menentang keputusan ini,” kata Akunjee melalui Twitter.

Sebelumnya, Akunjee mengumumkan bahwa Begum sudah melahirkan seorang bayi laki-laki di Suriah pada pekan lalu. Namun, dia menyayangkan harapan Begum untuk kembali ke kampung halamannya belum terkabul hingga saat ini.

Simpatisan ISIS asal Inggris Melahirkan, Berharap Bisa Pulang

Suriah

Ilustrasi pengungsi di Suriah

Jakarta, K24News Indonesia – Seorang pemudi asal Inggris, Shamima Begum (19), yang bergabung dengan ISIS sejak 4 tahun lalu dilaporkan melahirkan seorang bayi lelaki pada Minggu (17/2) pekan lalu di Suriah. Namun, harapannya untuk bisa kembali ke kampung halamannya belum terkabul sampai saat ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (18/2), kuasa hukum Begum, Mohammed Akunjee, menyatakan kliennya dalam kondisi baik setelah melahirkan. Namun, dia menyatakan Begum saat ini hanya ingin kembali kerumahnya di Inggris.

Begum ditemukan oleh awak surat kabar Inggris, The Times, di sebuah kamp pengungsi di Suriah. Dia mengaku lari dari basis pertahanan terakhir ISIS di kota Baghouz dalam keadaan hamil tua.

Lihat juga: Makam Karl Marx Kembali Jadi Sasaran Perusakan

Begum mengatakan dia memiliki 2 anak lain selama di Suriah, tetapi meninggal saat masih bayi karena kekurangan gizi dan penyakit.

Saat diwawancara beberapa jam setelah melahirkan, Begum mengatakan dia tahu tentang tindakan kejam ISIS yang tidak segan menghabisi sesama anggota mereka yang dianggap tidak taat. Namun, Begum yang menikah dengan militan ISIS mengaku hanya menjadi ibu rumah tangga selama di Suriah.

“Saya tidak pernah melakukan sesuatu yang berbahaya, saya tidak pernah membuat propaganda, saya tidak pernah mengajak orang untuk datang ke Suriah,” katanya.

Begum mengatakan dia tidak menyesal pergi ke Suriah, tapi dia menyaksikan ternyata pemerintahan ISIS juga tidak sempurna, malah cenderung bobrok. Apalagi ketika wilayah kekuasaan mereka semakin kecil karena digempur pasukan koalisi Kurdi, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

ISIS
Pasukan koalisi Kurdi di basis pertahanan terakhir ISIS di Kota Baghouz, Suriah.

“Mereka menjadi semakin kecil serta ada begitu banyak penindasan dan korupsi yang terjadi, sehingga saya pikir mereka tidak pantas menang,” katanya.

Permohonan Begum untuk bisa kembali ke Inggris dengan cepat memicu perdebatan di seluruh negeri.

Anggota Satgas kontra ekstremis Inggris, Haras Rafiq, memahami mengapa kekhawatiran masyarakat perihal permintaan Begum. Namun, dia menyarankan supaya membiarkan Begum kembali dan menghadapi sistem peradilan Inggris dan proses deradikalisasi.

“Apa yang bisa kita katakan saat ini adalah dia tidak menunjukkan penyesalan dan tidak terganggu dengan pemenggalan kepala dan bom yang berada disekelilingnya, karena dia pikir itu adalah kehidupan normal. Di situlah masalahnya,” kata Rafiq, yang sekarang menjadi CEO organisasi kontra-ekstremisme Quilliam.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Inggris Sajid Javid mengancam dia bisa memutuskan menolak kepulangan Begum.

“Pesan saya jelas: jika Anda telah mendukung organisasi teroris di luar negeri saya tidak akan ragu untuk mencegah Anda kembali,” katanya.

Lihat juga: Hotel Sultan Tempat Debat Capres Kedua Pernah Jadi Milik Keluarga Paris Hilton

“Kami memiliki serangkaian langkah untuk menghentikan orang-orang yang menjadi ancaman serius untuk kembali ke Inggris. Termasuk menarik kewarganegaraan Inggris mereka atau mengeluarkan mereka dari Inggris,” lanjut Javid.

Makam Karl Marx Kembali Jadi Sasaran Perusakan

Makam Karl Marx

Makam Karl Marx di Inggris dicorat-coret.

Jakarta, K24News Indonesia – Aksi perusakan terhadap nisan filsuf dan bapak ideologi komunisme, Karl Marx, di kota London, Inggris, kembali terjadi. Kini makam itu dicoret-coret menggunakan cat berwarna merah.

Seperti dilansir Reuters, Minggu (17/2), makam Marx yang berada di pemakaman Highgate terlihat dipenuhi coretan bernada cemoohan. Kata yang dituliskan antara lain ‘arsitek genosida’ dan ‘doktrin kebencian’.

Makam Karl Marx
Makam Karl Marxdi London, Inggris dicorat-coret.

Peristiwa itu hanya terjadi berselang kurang dari 2 pekan, setelah pada 4 Februari lalu diketahui nisan Marx yang menjadi salah satu dengan istri dan cucunya dirusak orang tidak dikenal. Saat itu pengunjung mengabadikan pusara Marx dirusak menggunakan benda tumpul, sehingga mengakibatkan bagian namanya rusak.

Menanggapi hal ini, pengelola pemakaman Yayasan Sahabat Highgate menyatakan sangat kecewa. Mereka menyatakan pelakunya sebagai orang bodoh yang tidak berperasaan.

Pengunjung makam Marx, Maxwell Blowfield (31), mengaku terkejut dengan pemandangan itu. Dia merasa hal itu tidak perlu dilakukan bahkan oleh orang-orang yang menentang Marx.

“Saya terkejut saja melihat perusakan seperti itu terjadi sampai 2 kali. Saya merasa kaget di 2019 masih ada orang yang merasa perlu melakukan hal seperti itu,” kata Maxwell.

Kejadian itu telah dilaporkan ke Kepolisian Metropolitan London. Namun, mereka menyatakan sampai saat ini belum ada satupun orang yang ditangkap terkait aksi perusakan itu.

Lihat juga: Ini Yang Bikin Film Foxtrot Six Habiskan Biaya Rp 70 Miliar

Nisan dari granit itu sengaja dipindah karena kondisinya awalnya memprihatinkan. Pada 1956, Partai Komunis Inggris merogoh kocek memugar makam Marx, dengan mendirikan monumen setinggi 3,7 meter.

Bukan kali ini saja makam Marx dirusak. Pada 1970 pusara itu pernah dirusak dengan bom pipa, dan dicoret dengan cat. Padahal, makam Marx berstatus cagar budaya yang sangat dilindungi di Inggris.

Makam Karl Marx
Makam Karl Marx di London, Inggris dicorat-coret.

Marx yang lahir dan besar di Jerman pindah ke London pada 1849. Dia kemudian menghabiskan masa hidupnya di sana hingga tutup usia pada 14 Maret 1883, dalam umur 64 tahun karena komplikasi penyakit.