Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

Supratman Andi Agtas Kembali Pimpin Ketua Baleg DPR

Supratman Andi Agtas

Jakarta, K24news Indonesia – Politikus Partai Gerindra Supratman Andi Agtas resmi menjabat sebagai Ketua Badan Legislasi DPR RI masa 2019-2024. Ini ya ialah jabatan masa keduanya.

Salah satu tugas strategis Baleg DPR yakni menyusun rancangan acara legislasi nasional.

Di Baleg, Supratman dibantu oleh 4 orang unsur Wali Ketua, ialah Rieke Dyah Pitaloka dari Fraksi PDIP, Willy Aditya dari Fraksi Partai NasDem, Ibnu Multazam dari Fraksi PKB, serta Achmad Baidowi dari Fraksi PPP.

Pimpinan sidang sementara sekaligus Wakil Ketua DPR Aziz Syamsudin menanyakan pada para anggota Baleg untuk menyetujui komposisi pimpinan tersebut.

“Nama-nama tadi bisa disepakati ya?” tanya Aziz.

“Sepakat,” jawab seluruh anggota Baleg.

Lihat juga: Cak Imin Terpilih Lagi Menjadi Ketua Umum PKB

Usai ditetapkan, Supratman mengaku telah menyusun agenda persidangan di Baleg. Ia mengharapkan rancangan Undang-Undang yang masuk dalam acara Legislasi Nasional 2020 bisa serentak terselesaikan.

“Targetnya baleg cepat menyelesaikan RUU penyusunan prolegnas itu di sebelum masa reses,” kata Supratman.

Tidak hanya itu, Supratman berencana mengurangi target pembentukan peraturan perundang-undang pada masa 2019-2024. Sebab, ia mengaku para anggota dewan tidak mau terbebani jumlahnya target penyelesaian Undang-Undang.

Lihat juga: Canda Jokowi soal Lokasi Muktamar PKB di Bali: Hati-hati PDIP

Didapati, berdasarkan data laporan tahunan DPR 2014-2019, DPR dikasih target untuk menyelesaikan rata-rata 55 Undang-Undang setiap tahunnya.

“Mungkin berkisar diantara 30-35 tapi itu tergantung dari pemerintah juga. Jika di DPR tentu kami dapat batasi,” kata Supratman.

Sementara, Ketua DPR Puan Maharani mengaku pihaknya tidak ingin terlampaui banyak menggarap UU.

Canda Jokowi soal Lokasi Muktamar PKB di Bali: Hati-hati PDIP

Badung, Bali, K24news IndonesiaPresiden Joko Widodo atau Jokowi mempertanyakan lokasi Muktamar V Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bali, yang juga merupakan tempat perhelatan Kongres V PDIP pada 8 Agustus 2019.

Dia menyebut wajar apabila PDIP yang memiliki akar historis dan basis massa yang kuat di Bali mengadakan kongres di Pulau Dewata itu.

Lihat juga: BPBD Kalimantan Tengah Deteksi 49 Titik Panas Akibat Karhutla

“PKB menggelar Muktamar di Bali, setelah 12 hari yang lalu PDIP menggelar kongres di Bali. Saya kadang-kadang mikir, PDIP kan punya alasan kuat gelar kongres di Bali, karena basis terkuat PDIP di Bali,” kata Jokowi kala berpidato di Muktamar PKB, Nusa Dua, Bali, Selasa (20/8).

Lebih lanjut, Jokowi mempertanyakan tujuan utama PKB menggelar Muktamar di Bali. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu memperkirakan bahwa PKB bertujuan untuk meraup suara besar di Bali pada Pemilu berikutnya.

“Saya tidak tahu alasannya apa. Saya nebak-nebak, jangan-jangan PKB ingin memperoleh suara besar di Bali,” kata dia.

Lihat juga: Surabaya Larang Pengusaha Pakai Kantong Plastik Sekali Pakai

“Hati-hati Pak Gubernur [Bali I Wayan Koster], hati-hati, Ketua DPD-DPD [PDIP] hati-hati,” tambah Jokowi sambil disambut tertawa. Diketahui, Wayan Koster juga merupakan Ketua DPD PDIP Bali.

Jokowi mengatakan sudah sewajarnya apabila PKB yang identik dengan kalangan Nahdliyin ingin memperkuas jangkauan suaranya di Bali. Dia mengatakan PKB yang identik dengan kalangan Nahdliyin yang memiliki kedekatan dengan para pemeluk agama Hindu dengan prinsip pluralisme.

“Dan tujuan akhirnya untuk persatuan dan kebangkitan bangsa,” kata Jokowi.

Berdasarkan hasil rekapitulasi suara Pemilu Legislatif 2019 di Bali, PDIP menjadi jawara dengan raihan 1.257.590 suara. Sementara, PKB hanya ada di posisi 8 dengan apaian 49.695 suara.

Megawati soal Nama Menteri: Tunggu Tanggal Main

Jakarta, K24news Indonesia — Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengaku sudah mengantongi nama-nama kader partainya yang akan diproyeksikan menduduki jabatan atau posisi strategis termasuk menteri. Megawati mengklaim telah mengetahui soal data rekam jejak itu.

“Dan kalau saya mau melihatnya itu baru ada yang saya suruh dan boleh mengetahui. Sehingga saya dapat memutuskan bahwa orang ini bisa menjadi, bukan hanya seorang menteri saja, tapi orang ini bisa ditugasi ke sini, orang itu bisa ditugasi kesana dan sebagainya,” kata Megawati usai penutupan Kongres V PDIP di Bali, Sabtu (10/8).

Dia masih enggan untuk memberitahukan kepada publik siapa sosok dari PDIP yang akan disodorkan atau diproyeksikan menjadi menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo jilid II.

“Kalau hal yang jadi, kalau urusan menteri dan sebagainya, ya tunggu aja tanggal mainnya. Terima kasih,” kata Megawati.

Lihat juga: Anies Tak Sadar DKI Sudah Satu Tahun Tak Punya Wagub

Sebelumnya, Ketua PDIP Bidang Pertahanan, Pemerintahan dan Keamanan Puan Maharani menyatakan bahwa Megawati sudah mengantongi nama kandidat yang akan duduk di kursi menteri pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Nama sudah ada di kantong ketua umum ya tapi nanti lah masih Oktober masih lama,” kata Puan di Hotel Grand Inna Bali Beach, Jumat (9/8).

Saat ditanya siapa saja kandidat itu, Puan enggan merinci. Hanya saja, kata Puan, sudah ada lebih dari 10 nama yang bakal menjadi kandidat menteri kabinet Jokowi-Ma’ruf.

“Ya lebih dari 10 lah. Kan kemarin presiden bilang bahwa Insya Allah PDIP akan mendapatkan posisi lebih banyak karena memang suaranya lebih banyak dan merupakan partai pemenang pemilu,” kata Puan.

Megawati
Puan Maharani.

Sebelumnya pada pidato di pembukaan Kongres PDIP, Kamis (8/8), Megawati terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak untuk PDIP. Megawati menolak jika Jokowi hanya memberikan jatah menteri sedikit.

“Ini di dalam kongres partai, Bapak Presiden. Saya meminta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan akan masuk kedalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak. Sip,” ujar Megawati sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya, Kamis (8/8).

Dia pun meminta kepada Jokowi agar tidak menolak permintaan itu. “Jangan nanti, ‘Ibu Mega, saya kira karena PDI sudah banyak kemenangan, sudah ada di DPR, nanti saya kasih cuman 4 ya’. Emoh,”  kata Megawati sambil tertawa.

“Tidak mau, tidak mau, tidak mau,” ujarnya.

Megawati
Presiden Joko Widodo di Kongres ke-V PDIP.

Pada kesempatan berbeda, Jokowi menjawab permintaan Megawati saat menyampaikan pidato di kongres tersebut. Dia memastikan kader PDIP akan menduduki jabatan menteri terbanyak.

“Soal menteri, tadi Ibu Mega bilang ya jangan 4 doang. Tapi kalau yang lain 2 tapi kan PDIP 4. Kalau yang lain tiga, PDIP 6? Belum tentu juga,” ujar Jokowi.

“Tapi yang jelas PDI Perjuangan pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya,” kata Jokowi.

Prabowo Pamit Pulang ke Megawati: Saya sudah Kena Banyak Pukul

K24news Indonesia – Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto telah memenuhi undangan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk datang ke Kongres V Partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Dia pun langsung meninggalkan tempat acara di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur.

Tidak lama kemudian, saat sudah di dalam mobil, Prabowo melihat Megawati bersama Prananda Prabowo dan Puan Maharani berada di Lobby. Kemudian dia turun dan berpamitan.

“Bu saya duluan ya. Terima kasih,” kata Prabowo berpamitan dengan Megawati di lokasi, Kamis (8/8).

Tidak lama berselang, Puan Maharani langsung mengeluarkan telepon genggamnya dan melakukan swafoto.

Usai melakukan swafoto, Prabowo sempat membaca candaan Megawati dalam pidato kongres tadi.

Lihat juga; Bursa Wali Kota Surabaya, Djarot Sebut Ahok Belum Tertarik

“Saya sudah kena banyak pukul,” canda Prabowo di balas dengan tertawa bersama.

Sebelumnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meminta partai besutannya itu memiliki kedisiplinan penuh. Menurut Megawati, kalau disiplin maka solid bergerak menjadi 1 .

Kemudian, Megawati sambil mengepalkan tangan seperti tinju yang menurutnya merupakan lambang kesolidan. Sebaliknya, menurut Mega, kalau tangan melambai itu bukan seperti tinju tetapi melambaikan tangan.

“Tinju saja mana ada tinju begini. Benar apa tidak? Kan pasti semua tinju diajarin begini, dak…dak…,” kata Mega sembari mempraktikan gerakan meninju saat pidato pembukaan Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach Hotel, Sanur, Denpasar, Kamis (8/8).

Tingkah Megawati itu pun mengundang tawa kader dan tamu undangan yang hadir termasuk Ketum Gerindra Prabowo Subianto.

Megawati kemudian menyebut dirinya sebagai perempuan yang cantik, sehingga tidak sepatutnya bertinju. Malah, Megawati bercandamalah menyebut nama Prabowo.

“Sayang saya perempuan. Sudah begitu cantik lagi. Masa saya tinju-tinju. Tetapi masa saya tinju sama Pak Prabowo?” canda Mega.

Rekapitulasi Nasional: PDIP 54,3 Persen, Tertinggi di Bali

PDIP

Rekapitulasi Nasional: PDIP 54,3 Persen, Tertinggi di Bali Ketua Umum PDI Perjuangan yang juga Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri. PDIP meraih suara tertinggi di Provinsi Bali.

Jakarta, K24news Indonesia — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menang telak di Provinsi Bali dalam pemilihan legislatif Pemilu 2019. Hal ini diketahui lewat Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 Provinsi Bali yang dilaksanakan di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/5).

Dalam rapat itu, PDIP meraup 1.257.590 suara dari total 2.313.366 suara sah. Dengan kata lain,mencatat 54,36 persen dari seluruh suara sah di daerah pemilihan (dapil) Bali.

PDIP mengulang kesuksesan Pemilu 2014 dan memastikan Bali tetap menjadi ‘Kandang Banteng’.

Di bawah PDIP, ada Partai Golkar (382.607 suara), Partai Demokrat (118.830 suara), Partai Gerindra (109.600 suara), Partai Nasdem (102.966 suara), Partai Hanura (84.012 suara), dan PSI (55.399 suara).

Lihat juga: Rekapitulasi Sementara KPU Jatim, Jokowi Unggul Jauh

Kemudian ada PKB (49.695 suara), Partai Berkarya (42.158 suara), PKS (39.024 suara), Perindo (36.467 suara), PPP (12.195 suara), Partai Garuda (8.825 suara), PAN (8.136 suara), PBB (2.445 suara), dan PKPI (3.417 suara).

Di Bali tercatat ada 3.220.479 orang pemilih. Namun hanya 2.606.201 orang yang mengikuti pileg. Lalu ada 2.313.366 suara sah, sedangkan 292.835 suara lainnya dinyatakan tidak sah.

Raihan tahun ini diketahui meningkat dibanding pemilihan lima tahun lalu. Saat itu, partai besutan Megawati Soekarnoputri meraih 872.885 suara, disusul Golkar (329.620 suara), Demokrat (311.246), dan Gerindra (219.521).Jakarta, CNN Indonesia — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menang telak di Provinsi Bali dalam pemilihan legislatif Pemilu 2019. Hal ini diketahui lewat Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu 2019 Provinsi Bali yang dilaksanakan di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (10/5).

Dalam rapat itu, PDIP meraup 1.257.590 suara dari total 2.313.366 suara sah. Dengan kata lain,mencatat 54,36 persen dari seluruh suara sah di daerah pemilihan (dapil) Bali.

PDIP mengulang kesuksesan Pemilu 2014 dan memastikan Bali tetap menjadi ‘Kandang Banteng’.

Di bawah PDIP, ada Partai Golkar (382.607 suara), Partai Demokrat (118.830 suara), Partai Gerindra (109.600 suara), Partai Nasdem (102.966 suara), Partai Hanura (84.012 suara), dan PSI (55.399 suara).

Lihat juga: Prabowo Disebut Minta Bachtiar Nasir Ikuti Proses Hukum

Raihan diketahui berbanding lurus dengan hasil penghitungan Pilpres 2019 di Pulau Dewata. Pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin unggul telak atas paslon Prabowo-Sandi dalam rekapitulasi di hari yang sama.

Jokowi meraih 91,68 persen suara. Sementara Prabowo hanya 8,32 persen. Persentase keunggulan Jokowi sama setara jumlah 2.351.057 suara. Sementara itu Prabowo-Sandi meraih 213.415 suara. Dengan kata lain, paslon 01 menang dengan suara sepuluh kali lipat dari paslon 02.

PDIP Safari Ke Lampung Perkokoh Dukungan Jokowi-Ma’ruf

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Tangerang, K24news Indonesia – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar safari kebangsaan di Lampung pada 1 hingga 3 maret 2019. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan safari kebangsaan dalam rangka memperkuat basis dukungan PDI dan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Hari ini kami mengunjungi Lampung. Lampung adalah basis kekuatan Jokowi-Ma’ruf Amin sekaligus PDIP,” ujar Hasto di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/3).

Hasto mengatakan Sumatera, khususnya Lampung perlu disambangi karena merupakan wilayah pusat ekonomi baru.

Dia berkata Sumatera dalam kurun beberapa tahun ke depan diharapkan menjadi kawasan industri pertanian dan perkebunan, serta manufaktur. Sementara Jawa, Hasto mengatakan bakal menjadi pusat ekonomi jasa.

Lihat juga: Ratna Sarumpaet Acungkan 2 Jari Sebelum Memulai Sidang

“Karena itu di Lampung yang sudah dicanangkan pembangunan infrastruktur oleh Pak Jokowi. Kami datangi sebagai skala prioritas untuk memperkuat dukungan Pak Jokowi, Haji Ma’ruf Amin dan sekaligus PDIP Perjuangan,” ujarnya.

Dalam safari kali ini, Hasto menyampaikan akan berkonsolidasi dengan seluruh DPC PDIP di Lampung. Dia juga berkata akan berdialog dengan sejumlah tokoh, pesantren, petani,milenial, hingga kalangan perempuan selama bersafari.

Alasan Hasto menemui kalangan perempuan karena menjadi salah satu sumber utama kemenangan Jokowi di Pilpres 2014.

Lihat juga : PKS Sebut Cawagub DKI Mandek Karena Belum Diteken Prabowo

Hasto yang didampingi caleg PDIP Zuhairi Misrawi juga mengklaim bakal menyosialisasikan 3 kartu baru yang bakal diterbitkan Jokowi, yakni KIP Kuliah, Kartu Pra kerja, dan Kartu Sembako.

“Karena inilah pemerintahan yang hadir untuk rakyat. Inilah pemerintahan yang menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat,” ujar Hasto

Lebih dari itu, Hasto enggan membeberkan lebih awal target kemenangan pileg dan pilpres di Lampung. Namun, dia menyatakan dukungan bagi PDIP dan Jokowi-Ma’ruf menunjukkan tren positif.

Lihat juga: Erick Thohir Sebut Pidato Kebangsaan Jokowi Tidak Tiru Prabowo

Tren itu, Dia menambahkan salah satunya karena kebijakan Jokowi membangun Sumatera sebagaimana seharusnya.

Untuk diketahui, PDIP menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak dalam Pileg 2014. PDIP mengantongi 711.346 suara. Sementara Jokowi-Jusuf Kalla meraup 53,07% suara mengalahkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Bebaskan Abu Bakar Ba’asyir, Jokowi Pertimbangkan Kemanusiaan

Jokowi Pertimbangkan Kemanusiaan

K24NEWS.ME – Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto berkata keputusan Presiden Jokowi untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir sudah mempertimbangkan nilai pancasila.

Hasto menyebut PDIP mendukung kebijakan Jokowi itu. Hasto juga berujar keputusan mantan Gubernur DKI Jakarta itu sudah sesuai dengan konstitusi.

“Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tentu memiliki sebuah kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada konstitusi yang didasarkan pada nilai pancasila,” kata Hasto saat ditemui di Makam Pangeran Jayakart, Jakarta Timur, Sabtu (19/1).

Hasto juga menyampaikan rekanan koalisi pendukung Jokowi sepenuhnya mendukung keputusan itu. Dia menjelaskan prinsip kemanusiaan jadi alasan utama Jokowi membebaskan Pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) tersebut.

Hasto menambahkan keputusan pembebasan Ba’asyir sudah dibahas mendalam bersama pakar hukum tata negara sekaligus kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra.

Dengan demikian dialog yang dilakukan dengan Prof Yusril itu merupakan suatu hal yang baik dan kami dukung sepenuhnya keputusan Pak Jokowi,” ucap Hasto.

Sebelumnya, Jokowi mengutus Yusril untuk membebaskan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Alasan kemanusiaan jadi alasan utama Jokowi membebaskan Ba’asyir.

Selain itu, Yusril memastikan Ba’asyir sudah menjalani 2/3 masa tahanan dari putusan 15 tahun penjara. Pada 2011 karena terbukti menjadi perencana dan penyandang dana pelatihan kelompok bersenjata di pegunungan Jantho, Aceh, pada 2010. Perlu diketahui, sejak di tahan 2011 lalu, Ba’asyir sudah menjalani masa tahanan selama 8 tahun.

Rencana itu, kata Yusril, sudah ditempuh sejak Desember 2018 lalu. Namun, saat itu masih ada syarat yang perlu dilengkapi untuk membebaskan Ba’asyir.

“Saya melaporkan presiden, kan ada syarat setia kepada Pancasila dan lain-lain lalu beliau mengatakan. ‘Saya mau setia kepada Islam, ustaz antara Pancasila dengan Islam kan tidak ada pertentangan jadi saya pun mengatakan taat kepada Islam pun taat kepada Pancasila juga’, imbuh Yusril mengutip perkataan Jokowi Di kabupaten Bogor, Jawa Barat,  Jumat (18/1).