Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

KPU soal Prabowo Unggul di Situs Resmi Belum Final

Viryan Azis

Komisioner KPU Viryan Azis.

Jakarta, K24News Indonesia — KPU menegaskan penghitungan suara di situs resmi Pemilu2019.kpu.go.id belum final.

Situs resmi Pemilu 2019 itu mencatat keunggulan sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atas Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Kalau misalnya berkembang screenshot salah 1 paslon, itu yang penting itu belum hasil final. Bahkan 1% saja belum,” kata Komisioner KPU Viryan Azis di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (17/4).

Viryan menyampaikan hasil yang tertera saat ini belum mencerminkan hasil final. Sebab hingga saat ini suara yang masuk baru 0,001648% dari total 813.350 TPS yang ada di Indonesia.

Lihat juga: Prabowo Sujud Syukur Usai Unggul 62 Persen

Ditemui terpisah, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menyebut perhitungan suara akan terus berlanjut. Sebab data akan diserahkan secara bertahap dari daerah.

Setelah form C1 selesai dicatat, petugas TPS akan membuat beberapa salinan. Salah satu salinan dibawa ke Kantor KPU kota/kabupaten untuk dipindai. Lalu dikirim ke pusat untuk ditayangkan dalam situs resmi.

“Situng itukan berbasis C1 yang di-scan. Kalau berbasis C1 yang di-scan, kan harus menunggu proses penghitungan suara di TPS selesai,” ujarnya.

Lihat juga: KPU Ingatkan Sanksi Berat untuk Pelaku Serangan Fajar

KPU berulang kali menegaskan data penghitungan suara di situs pemilu2019.kpu.go.id resmi dari KPU. Namun KPU tidak akan menetapkan hasil Pemilu 2019 dari hasil di situs tersebut.

KPU akan menetapkan hasil pemilu dari penghitungan suara secara fisik. Mereka akan merekapitulasi surat suara dari tingkat TPS hingga tingkat nasional pada rentang 17 April – 22 Mei 2019.

Prabowo sebelumnya mengklaim telah memenangkan Pilpres 2019 dengan perolehan 62

Prabowo Sujud Syukur Usai Unggul 62 Persen

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto sujud syukur.

Jakarta, K24news Indonesia — Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto bersujud syukur di depan pendukungnya usai melontarkan pidato tentang klaim kemenangannya di Pilpres2019.

Pantauan CNN, Rabu (17/4), sujud syukur itu dilakukan Prabowo di kediamannya di Kertanegara 4 bersama sejumlah tokoh koalisi partai pendukungnya. Terlihat pula, anggota BPN Yusuf Martak menemani Prabowo.

Hadir dalam konferensi pers deklarai kemenangan itu, Politikus Demokrat Syarif Hasan, Politikus PKS Salim Segaf Al Jufri.

“Saya sebagai muslim ingin menutup dengan mengumandangkan takbir dan sesudah itu sujud syukur,” kata Prabowo.

Lihat juga: KPU Ingatkan Sanksi Berat untuk Pelaku Serangan Fajar

Tapi, kata Prabowo, dia juga menghormati kawan-kawan agama lain. “Semua kawan ikut membela kita, yang Katolik, Protestan, Hindu, Budha, kami mayoritas ingin mengagungkan Allah SWT,” katanya.

Sebelum sujud syukur, Prabowo Subianto mengklaim, berdasarkan hasil real count ia dan Sandiaga Uno sudah memenangkan Pilpres 2019.

“Berdasarkan hasil real count kita sudah menang 62%,” kata Prabowo.

Lihat juga: Jokowi Kampanye di Manado, Pendukung Pasang Flashlight

Menurut Prabowo, perolehan suara 62% itu berdasarkan suara yang diambil dari 320.000 TPS pemilu 2019 atau sekitar 40%.

“Saya yakin ini hasil dari ahli statistik dan ini tidak akan berubah banyak,” kata Prabowo.

Prabowo pun meminta pendukungnya untuk mengawal suara di TPS, tiap kecamatan dan formulir C1.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih semua unsur,” kata Prabowo.

KPU Ingatkan Sanksi Berat untuk Pelaku Serangan Fajar

Arief Budiman.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Arief Budiman.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman.

Jakarta, K24news Indonesia – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengingatkan peserta pemilu, termasuk capres dan cawapres, untuk menghindari praktik politik serangan fajar atau politik uang lainnya.

Dalam konteks politik, serangan fajar didefinisikan sebagai politik uang yang diberikan calon atau tim pemenangan kepada pemilih agar menentukan pilihan pada jagoannya pada pagi-pagi hari pemungutan suara.

Arief menyebut peserta pemilu yang melakukan serangan fajar akan diskualifikasi meski sudah dinyatakan menang.

“Sudah ada regulasinya, kalau melakukan money politic juga terbukti bisa sampai diskualifikasi nanti,” kata Arief di Kantor KPK, Jakarta, Senin (8/4).

Arief menyampaikan peserta didiskualifikasi jika terbukti secara sah melakukan politik uang secara terstrukturm sistematis, dan masif. Hal tersebut, kata dia, telah diatur Pasal 286 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Selain diskualifikasi, pelaku seerangan Fajar juga diancam serangkaian pasal UU Pemilu.

Lihat juga: AHY Banggakan Program Sosial SBY di Depan Prabowo

Dia menyebut Pasal 515 mengatur pemberi uang agar memaksa pemilih tidak menggunakan hak suara, diancam hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp36 juta.

Kemudian, pasal 523 ayat (1) mengancam orang yang menjanjikan uang kepada pemilih dengan hukuman 2 tahun penjara dan denda Rp24juta. Jika dilakukan di masa tenang, diancam hukuman 4 tahun penjara dan denda 48juta. Sementara jika dilakukan di Hari-H, diganjar hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp36 juta.

Arief menyampaikan terkait politik uang menjadi perhatian kerja sama KPU dan KPK jelang Pemilu 2019.

“Diskusi tentang money politic itu kita lakukan setiap saat,” ucap dia saat akan menemui pimpinan KPK Saut Situmorang.

Sebelumnya, akhir bulan lalu KPK menetapkan caleg dari Partai Golkar untuk DPR RI dari Daerah Pemilihan (DAPIL) Jawa Tengah II, Bowo Sidik Pangarso, sebagai tersangka kasus suap distribusi pupuk.

Dari kasus Bowo tersebut, KPK mengamankan uang sekitar Rp8 miliar dalam pecahan Rp20 ribu dan Rp50 ribu itu telah dimasukkan dalam amplop-amplop. Uang tersebut diduga bakal digunakan Bowo untuk ‘serangan fajar‘ Pemilu 2019.

Terkait kasus tersebut, KPK pun menduga peluang ada caleg yang juga mengumpulkan uang untuk serangan fajar pada hari pemungutan suara, 17 April mendatang.

“Kalau saya melihat itu sebagai sinyal, jangan-jangan ini juga seperti permukaan gunung es, gitu ya. Ternyata semua orang melakukan itu dan kebetulan ini hanya 1 yang ketangkap,” kata Ketua KPK Agus Rahardjo, di Gedung KPK, Jakarta, 29 Maret 2019.

Agus pun berharap Bawaslu lebih giat memantau gerak-gerik para kontestan Pemilu 2019. Agus menyebut pihaknya kesulitan dalam menindak karena tidak semua kandidat adalah penyelenggara negara.

“Kebetulan saja kemarin penyelenggara negara. Kemudian dari sisi Undang-Undang kami terbatas,” tuturnya.

Jokowi Kampanye di Manado, Pendukung Pasang Flashlight

Jokowi

Jokowi Kampanye di Manado, Pendukung Pasang <i>Flashlight</i> Calon presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo saat kampanye terbuka di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (25/3/2019).

Manado, K24news.me Indonesia – Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo dijadwalkan tiba di Manado, Sulawesi Utara, pada pukul 18.45 Wita, Minggu (31/3). Namun malam ini Jokowi diperkirakan tidak menggelar kampanye terbuka karena kehadirannya telah melebihi batas waktu ketentuan KPU soal kampanye.

Sekretaris Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Sulawesi Utara, Frangky Wongkar mengatakan Jokowi hanya akan menjalankan agenda kenegaraan.

“Tidak ada kampanye, tapi 9 partai pendukung dan masyarakat pendukung tetap akan menyambutnya,” ujar Frangky saat dihubungi CN, Minggu (31/3).

Lihat juga: AHY Banggakan Program Sosial SBY di Depan Prabowo

Frangky memperkirakan sekitar ribuan pendukung akan menunggu Jokowi di ruas jalan Ring Road. Mereka akan menyalakan lampu di ponsel masing-masing secara bersamaan ketika Jokowi melintasi jalan tersebut.

“Para pendukung akan menyalakan flashlight secara bersama-sama saat Jokowi lewat. Flashlight dinyalakan dari cahaya handphone atau senter handphone,” kata Frangky.

Ajakan menyambut Jokowi dengan flashlight juga beredar di media sosial.

Malam ini Jokowi dijadwalkan akan memberi pengarahan kepada peserta Konferensi Gereja dan masyarakat PGI. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan bermalam di Manado dan berencana melanjutkan perjalanan pada Senin (1/4) pagi.

Lihat juga: 10 Years Challenge, Siasat Komunikasi Ma’ruf dengan Milenial

AHY Banggakan Program Sosial SBY di Depan Prabowo

Prabowo Subianto

Prabowo Subianto bersama Komandan Kogasma Demokrat AHY.

Bandung, K24news Indonesia – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membanggakan 10 tahun kepemimpinan ayahnya, Susilo Bambang Yudhoyono di hadapan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Saat menyampaikan orasi politik di Stadion Sidolig, Kota Bandung, Jawa Barat, AHY menyampaikan beberapa hasil kerja SBY selama 10 tahun menjabat sebagai presiden.

“Bantuan Langsung Tunai (BLT) masih perlu? Masih ingat dengan Batuan Operasional Sekolah (BOS)? Masih ingat beasiswa miskin? Kredit Usaha Rakyat? Ada subsidi listrik, pupuk, masih ingat?” kata AHY di Lapangan SIdolig saat berorasi di hadapan relawan dalam kegiatan kampanye akbar, Bandung, Jawa Barat, Kamis (28/3).

Pernyataan itu pun langsung disambut koor ‘ingat’ oleh masyarakat yang hadir di lokasi.

Lihat juga: 10 Years Challenge, Siasat Komunikasi Ma’ruf dengan Milenial

AHY menambahkan, jika ke depannya Demokrat bisa kembali ke pemerintahan maka program-program tersebut bukan tidak mungkin akan kembali dihadirkan.

Tidak cuma soal program Demokrat, AHY juga menyebut program-program Prabowo-Sandi yang dicanangkan juga mudah direalisasikan jika keduanya terpilih di Pilpres 2019.

“Jika kami kembali masuk pemerintahan nasioanal, program pro rakyat bisa diwujudkan dan di bawah kepemimpin Prabowo Subianto, kalau masih dirasakan perlu jangan salah pilih. Pilih 02 dan Demokrat nomor 14. Kami akan yakinkan akan wujudkan untuk rakyat,” kata dia.

Lihat juga: Cerita Agum Gumelar Soal SBY Ikut Teken Pemecatan Prabowo

Dalam kesempatan itu, AHY juga menyampaikan salam dan doa yang dihaturkan langsung oleh SBY, ayahnya yang juga Presiden ke-6 RI dan Ani Yudhoyono, untuk masyarakat Bandung.

“Saya sampaikan salam hormat dan kangen dari Pak SBY, masih ingat? Masih ingat sama Bu Ani? Salam dari beliau berdua. Dengan doa agar orang Bandung sehat murah rezeki dan baik hidupnya,” kata dia.

Prabowo dan AHY hari ini tengah melakukan kampanye akbar bersama di Bandung, Jawa Barat. Keduanya sama-sama

Cerita Agum Gumelar Soal SBY Ikut Teken Pemecatan Prabowo

Agum Gumelar

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar. (

Jakarta, K24News Indonesia – Dewan Pertimbangkan Presiden Agum Gumelar mempertanyakan sikap politik koleganya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi yang direkam dan diunggah oleh Ulin Ni’am Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3).

Agum dan SBY adalah mantan jenderal TNI yang pernah menjadi anggota Dewan Kehormatan Perwira (DKP). DKP dibentuk pada 1998 oleh Panglima ABRI saat itu, Jenderal Wiranto juga mengusut kasus penghilangan paksa sejumlah aktivis yang menyeret Prabowo selaku Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus kala itu.

Lihat juga: Jokowi: Hasil Survei Di Jabar Sudah Menang, Tapi Tipis Banget

Dalam rekaman diskusi tersebut Agum mengkritik dukungan SBY kepada Prabowo. Pasalnya, kata Agum, SBY termasuk salah satu dari 7 anggota DKP yang ikut mendatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo.

“Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tidak punya prinsip itu orang,” kata Agum dalam sebuah diskusi yang diunggah Ulin Yusron.

Selain SBY dan Agum, DKP juga beranggotakan jenderal lain seperti Letjen Djamari Chaniago, Letjen Fachrul Razi, Letjen Yusuf Kartanegara, Letjen Arie J Kumaat, serta Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo sebagai Ketua DKP.

Agum mengatakan sebelum keluar rekomendasi pemberhentian Prabowo, DKP telah melakukan kerja penyelidikan selama 1 bulan.

“Dari hasil pemeriksaan mendalam ternyata didapat fakta, bukti, bahwa dia telah melakukan pelanggaran HAM berat,” kata Agum.

Lihat juga: Pakde Karwo Nilai Andi Arief Elegan Mundur Dari Wasekjen PD

Agum menuturkan rekomendasi itu ditandatangani oleh semua anggota DKP. Hal tersebut ditegaskan Agum sebagai fakta yang tidak bisa dihapus.

“Siapa yang bisa menghapus ini? Sampai sekarang Amerika, Inggris, Australia, no for Prabowo. Tidak bisa masuk ke Amerika, tidak bisa masuk ke Inggris. Ini fakta bukan black campaign. Kalau black campaign itu tidak didukung oleh data,” kata Agum.

“Jadi saya ingin kenapa kok jadi lupa semua?” ujarnya menambahkan.

Agum berkata bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenali sejarahnya. Hal itu juga berlaku bagi satu kesatuan, yakni Kopassus. Kata dia, satuan yang besar adalah yang anggotanya mengerti sejarah Kopassus.

Lihat juga: Ditolak, Rocky Gerung Tetap Akan Menggelar TalkShow Di Jember

Dia melanjutkan dalam sejarah Kopassus telah memiliki 31 komandan jenderal. Dari jumlah itu hanya 1 orang saja yang diberhentikan dari dinas militer.

“Ini terlupa. Jadi kalau buat saya aneh bin ajaib kalau dia jadi presiden. Kalau buat saya ya, tahu kalau buat Anda-anda,” kata Agum.

Sebelumnya, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzhar Simanjuntak, menyatakan tidak pernah ada 1 bukti atau pengadilan mana pun yang menyatakan Prabowo berkaitan dengan kasus HAM masa lalu.

“Tidak pernah, tidak pernah ada pengadilan mana pun yang menyatakan [Prabowo langgar HAM], itu kan isu yang memang selalu diangkat setiap 5 tahun, tapi tidak pernah ada bukti,” ujarnya.

Jokowi: Hasil Survei Di Jabar Sudah Menang, Tapi Tipis Banget

Jokowi optimistis

Jokowi optimistis bisa membalikkan keadaan di Jawa Barat setelah pada Pilpres 2014 lalu dikalahkan Prabowo di Tanah Pasundan.

Jakarta, K24News IndonesiaPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hasil survei internal dirinya bersama Ma’ruf Amin sudah unggul dari pasangan Prabowo SubiantoSandiaga Uno di wilayah Jawa Barat. Namun Jokowi mengakui keunggulan atas pasangan Prabowo-Sandi masih sangat tipis.

Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada para Relawan Balad Jokowi dalam acara parahyangan Bersatu, di Vila Istana Bunga, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/3).

“Kalau kita lihat, hasil survei sekarang itu sudah lewat. Alhamdullilah sudah menang tapi tipis banget. Tugas kita semuanya agar itu jadi kemenangan yang tebel banget,” kata Jokowi disambut riuh para relawan.

Jokowi tidak menjelaskan secara rinci hasil survei internal yang dia singgung. Hal itu disampaikan Jokowi untuk merespons hasil sejumlah lembaga survei yang belakangan masih mengunggulkan Prabowo di Jawa Barat.

Lihat juga: Pakde Karwo Nilai Andi Arief Elegan Mundur Dari Wasekjen PD

Jokowi menyadari pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dirinya kalah di Jabar. Saat itu, kata calon presiden nomor 01 pihaknya hanya memperoleh 40,22% suara, sementara pihak lawan Prabowo-Hatta mendapat 59,78% suara.

Namun Jokowi optimistis pihaknya bisa memang di Tanah Pasundan pada Pilpres 2019. “Saya yakin di 17 April kita akan memenangkan Provinsi Jawa Barat, atas Izin Allah,” ujarnya yang mengenakan ikat kepala khas Sunda warna Hitam.

Lihat juga: Ditolak, Rocky Gerung Tetap Akan Menggelar TalkShow Di Jember

Ajak Relawan Lawan Hoaks

Jokowi lebih lanjut mengajak para relawan untuk berani melawan hoaks alias kabar bohong serta fitnah yang disebarkan kepada masyarakat. Menurutnya, hoaks dan fitnah saat ini tidak hanya disebar lewat media sosial, tetapi juga dari pintu ke pintu.

“Jangan sampai, coba dilihat di media sosial isinya hoaks, tidak hanya di dunia maya, sekarang dari pintu ke pintu” kata Jokowi.

Lihat juga: Ali Mochtar Ngabalin Mengaku Salat 2 Rakaat Dengar Andi Arief Ditangkap

Jokowi meminta para relawannya untuk cepat menangkis hoaks dan fitnah dengan cepat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta kepada relawan tidak takut melawan hoaks dan fitnah yang terus disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan takut lawan yang namanya hoaks, kabar fitnah, kabar bohong, harus kita lawan. Kalau tidak kita lawan dipikir kita takut. Harus dijelaskan dengan fakta-fakta, harus dijelaskan dengan data-data.” ujarnya.

Prediksi Fahri Hamzah: Prabowo Menang, PKS Gagal Ke Senayan

Fahri Hamzah

Fahri Hamzah memprediksi Prabowo menang Pilpres 2019 berkat kekuatan arus bawah, sementara PKS gagal memenuhi ambang batas syarat lolos ke parlemen.

Jakarta, K24News Indonesia – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah memprediksi nasib pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan berbeda di Pemilu 2019.

Menurutnya, Prabowo-Sandi akan memenangkan kontestasi Pilpres 2019, sedangkan PKS gagal memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar 4% yang diwajibkan di Pileg 2019 sehingga tidak lolos ke Senayan.

“Ya (PKS) tidak bakal lolos, berat. Meskipun saya percaya Prabowo menang karena arus bawah. Tapi PKS berat,” kata Fahri di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (4/4).

Fahri menilai hal itu bisa dilihat dari cara elite PKS dalam mengelola partai. Menurutnya, kepemimpinan di PKS saat ini tidak mampu menyelesaikan sejumlah masalah, salah satunya yang terjadi di DKI Jakarta.

“Ngurus DKI saja enggak beres, banyak masalah. Yang enggak sanggup kerjakan, akhirnya mecat-mecatin orang. Sekarang bagaimana saya mau prediksi PKS lolos threshold? Sementara menjelang pemilu ini dia lakukan 2 hal,” ujar Fahri.

Lihat juga: Rocky Gerung: Pers Manipulasi Kegagalan Pemerintah

Fahri mencatat terdapat 2 hal yang dilakukan oleh pemimpin PKS saat ini yang berpotensi mematahkan semangat para calon anggota legislatif (caleg).

Pertama, seluruh caleg diminta menandatangi surat pengunduran diri dengan tanggal kosong. Sedangkan yang kedua, para untuk menandatangi keesetiaan ulang terhadap PKS.

Fahri pun mengaku bingung mengapa harus ada syarat seperti itu. Menurutnya, hal tersebut bisa mematahkan semangat para caleg.

Terpisah, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) tidak mau berkomentar mengenai surat pengunduran diri tanpa tanggal.

“Saya tidak komentar tanggal pendapat Beliau,” ujar HNW.

Lihat juga: Soal Audit IT, Amien Rais Dinilai Tidak Paham Cara Hitung Suara

Berdasarkan hasil survei lembaga Lingkaran Survei Indonesia atau LSI Denny JA yang dilakukan pada 18-25 Januari 2019 terhadap 1.200 responden di 34 provinsi di Indonesia, PKS menduduki peringkat 7 dari 16 parpol peserta Pemilu 2019 dengan perolehan suara terbesar 4%.

Perolehan suara PKS disebut belum aman karena survei tersebut memiliki margin of error sebesar 2,8%, dengan kata lain perolehan suara PKS bisa bertambah atau berkurang 2,8 %.

Sementara elektabilitas Prabowo berdasar sejumlah survei belakangan masih berada di bawah Jokowi. Lembaga survei asal Australia, Roy Morgan, bahkan memprediksi Jokowi akan kembali melanjutkan kekuasaan 2 periode.

Lihat juga: Joko widodo : Logika Keluarga Uno Itu Dukungnya Ke Pak Sandi

Joko widodo : Logika Keluarga Uno Itu Dukungnya Ke Pak Sandi

Presiden Jokowi

Presiden Jokowi berharap dukungan dari Keluarga Uno bisa menghasilkan persepsi politik yang positif.

Jakarta, K24News Indonesia – Calon Presiden nomor urut 01, Joko widodo menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh keluarga Uno.

Uno merupakan salah satu marga di Gorontalo. Nama itu juga merupakan nama belakang cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uni yang juga berasal dari Gorontalo.

“Ya, logikanya kan harusnya keluarga Sandiaga Uno itu dukungnya ke Pak Sandi. Ya kalau ke saya, ya sangat terima kasih,” kata Jokowu kepada Media di Desa Motilango, Kabupaten Gorontalo, Jumat (1/3).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku tidak tahu penyebab dukungan dari keluarga cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, kepada dirinya.

Lihat juga: Erick Thohir Sebut Pidato Kebangsaan Jokowi Tidak Tiru Prabowo

Meski demikian Jokowi tidak mengelak bahwa dukungan tersebut dapat memberikan persepsi politik yang positif bagi dirinya dan Ma’ruf Amin.

“Ya tentu saja akan timbul sebuah persepsi yang baik saudara-saudara Pak Sandi malah dukung kita,” kata Jokowi terkait keuntungan dari dukungan itu.

Sebelumnya saat silaturahim Tim Kampanye Daerah dengan Jokowi pada Kamis Malam (28/2) kerabat Cawapres 02 Sandiaga Uni, Rudi Hartono Uno, menyampaikan dukungan kepada Jokowi.

Lihat juga: PDIP Safari Ke Lampung Perkokoh Dukungan Jokowi-Ma’ruf

Dia mengapresiasi kinerja Presiden petahana itu saat memimpin Indonesia selama hampir 5 tahun.

Indonesia akan menyenggarakan Pemilu pada 17 April 2019, antara lain memilih anggota legislatif dan presiden.

Terdapat 2 capres dan cawapres yakni nomor urut 01 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin, serta nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

PDIP Safari Ke Lampung Perkokoh Dukungan Jokowi-Ma’ruf

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Tangerang, K24news Indonesia – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menggelar safari kebangsaan di Lampung pada 1 hingga 3 maret 2019. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan safari kebangsaan dalam rangka memperkuat basis dukungan PDI dan pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Hari ini kami mengunjungi Lampung. Lampung adalah basis kekuatan Jokowi-Ma’ruf Amin sekaligus PDIP,” ujar Hasto di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jumat (1/3).

Hasto mengatakan Sumatera, khususnya Lampung perlu disambangi karena merupakan wilayah pusat ekonomi baru.

Dia berkata Sumatera dalam kurun beberapa tahun ke depan diharapkan menjadi kawasan industri pertanian dan perkebunan, serta manufaktur. Sementara Jawa, Hasto mengatakan bakal menjadi pusat ekonomi jasa.

Lihat juga: Ratna Sarumpaet Acungkan 2 Jari Sebelum Memulai Sidang

“Karena itu di Lampung yang sudah dicanangkan pembangunan infrastruktur oleh Pak Jokowi. Kami datangi sebagai skala prioritas untuk memperkuat dukungan Pak Jokowi, Haji Ma’ruf Amin dan sekaligus PDIP Perjuangan,” ujarnya.

Dalam safari kali ini, Hasto menyampaikan akan berkonsolidasi dengan seluruh DPC PDIP di Lampung. Dia juga berkata akan berdialog dengan sejumlah tokoh, pesantren, petani,milenial, hingga kalangan perempuan selama bersafari.

Alasan Hasto menemui kalangan perempuan karena menjadi salah satu sumber utama kemenangan Jokowi di Pilpres 2014.

Lihat juga : PKS Sebut Cawagub DKI Mandek Karena Belum Diteken Prabowo

Hasto yang didampingi caleg PDIP Zuhairi Misrawi juga mengklaim bakal menyosialisasikan 3 kartu baru yang bakal diterbitkan Jokowi, yakni KIP Kuliah, Kartu Pra kerja, dan Kartu Sembako.

“Karena inilah pemerintahan yang hadir untuk rakyat. Inilah pemerintahan yang menunjukkan bahwa keberpihakan kepada rakyat,” ujar Hasto

Lebih dari itu, Hasto enggan membeberkan lebih awal target kemenangan pileg dan pilpres di Lampung. Namun, dia menyatakan dukungan bagi PDIP dan Jokowi-Ma’ruf menunjukkan tren positif.

Lihat juga: Erick Thohir Sebut Pidato Kebangsaan Jokowi Tidak Tiru Prabowo

Tren itu, Dia menambahkan salah satunya karena kebijakan Jokowi membangun Sumatera sebagaimana seharusnya.

Untuk diketahui, PDIP menjadi partai dengan perolehan suara terbanyak dalam Pileg 2014. PDIP mengantongi 711.346 suara. Sementara Jokowi-Jusuf Kalla meraup 53,07% suara mengalahkan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.