Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

Polda Jatim Kesulitan Panggil Tersangka Jalan Gubeng Amblas

Surabaya, K24new Indonesia — Pelimpahan tahap 2 berupa barang bukti dan tersangka perkara kasus amblasnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, tidak kunjung dilakukan Polda Jatim.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Ahmad Yusep Gunawan mengatakan tidak juanya pelimpahan tahap 2 itu karena pihaknya mengalami kesulitan untuk menghadirkan para tersangka dalam waktu bersamaan guna diserahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim.

“Pemanggilan itu ada kendala kehadiran untuk beberapa tersangka ini. Kan ada beberapa pihak, para tersangka di dalam perkara ini (harus) dipanggil dihadirkan secara bersamaan untuk dilimpahkan secara serentak nantinya,” kata Yusep di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa (13/8).

Lihat juga: Skenario PLN Menghidupkan Pemadaman Listrik di Jakarta dan Sekitarnya

Yusep mengatakan penyerahan berkas tahap 2 ini harus dilakukan secara bersamaan dan sekaligus, tidak bisa 1 persatu atau terpisah. Walaupun begitu, tegas Yusep, polisi akan berusaha secepatnya untuk menyerahkan barang bukti beserta tersangka amblasnya Jalan Gubeng.

“Tinggal pelimpahan saja. Secepatnya dihadirkan, akan kita serahkan. Mudah-mudahan pekan ini bisa kita limpahkan,” kata dia.

Sebelumnya, Kejati Jatim menyatakan berkas kasus Jalan Gubeng sebelumnya telah dinyatakan P-21 sejak Jumat (19/7) lalu. Itu artinya penyidik hanya memiliki waktu sekitar 5-6 hari lagi sebelum perkara dinyatakan P-21 A setelah melakukan pelimpahan tahap 2.

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jatim, Asep Maryono mengatakan jika setelah 30 hari massa P-21 diterbitkan, penyidik tidak kunjung melakukan penyerahan tahap 2, maka jaksa pun menerbitkan P-21 A yang tenggat waktunya juga sama yakni 30 hari.

“Kalau P21 A, berarti (jangka waktu) 60 hari setelah P-21 pertama diterbitkan, belum ada tahap II, itu kami kembalikan seluruh SPDP dan berkas-berkasnya ke penyidik, itu untuk memberikan ketetapan hukum jangan sampai ini statusnya tersangka terus,” kata Asep saat dikonfirmasi.

Artinya, sambung Asep, jika penyidik tidak juga melakukan pelimpahan tahap II dan membiarkan kasus ini menggantung, maka bisa saja perkara tersebut dinyatakan ditutup.

“Kasus itu bisa ditutup, karena penyidik kan tidak menyerahkan tersangka dan barang bukti, itu tidak ada kepastian hukum, jangan sampai kasusnya menggantung,” ujarnya.

Lihat juga: Polda Banten Catat 139 Rumah Rusak Akibat Gempa

Terkait amblasnya Jalan Gubeng yang terjadi pada 18 Desember 2018, penyidik Polda Jatim  telah menetapkan 6 tersangka. Mereka adalah RH selaku Projek Manager PT Saputra Karya; AP selaku Side Manager dari PT NKE; Bs selaku Dirut PT NKE; RW selaku Manager PT NKE; LAH Selaku Engenering SPV PT Saputra Karya dan AK yang merupakan Side Manager PT Saputra Karya.

Selain itu, sempat juga mencuat nama putra sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, dalam kasus tersebut. Fuad juga pernah diperiksa penyidik Polda Jatim sebagai saksi pada 26 Maret 2019.

Kala itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans barung Mangera mengatakan Fuad diperiksa berkaitan dengan perizinan proyek basement RS Siloam, milik PT Saputra Karya, yang diduga jadi penyebab amblasnya Raya Gubeng.

Sementara itu, usai pemeriksaan kala itu, Fuad mengaku tidak mengetahui apapun terkait kasus amblasnya jalan tersebut. Dia juga mengatakan bahwa kedatangan dirinya hanya memberikan keterangan sebagai saksi.

Para tersangka amblasnya jalan Gubeng Surabaya itu dipersangkakan Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang jalan juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Polisi Sebut Berkas Gus Nur Segera Dilimpahkan Ke Kejaksaan

Gus Nur

Berkas penyidikan tersangka pencemaran nama baik Gus Nur segera diserahkan ke kejaksaan.

Surabaya, K24News Indonesia – Berkas penyidikan kasus penghinaan Gus Nur terhadap oraganisasi muda Nahdlatul Ulama telah dinyatakan P21 atau lengkap.

“Kasus atas nama Sugi yang dilaporkan pasal 27 ayat 3 UU No 19 tahun 2016, dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU),” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera, di Mapolda Jati, Selasa (12/2).

Berkas penyidikan kasus pencemaran nama baik terhadap NU dengan tersangka Gus Nur dinyatakan lengkap. Berkas dan tersangka pun segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Lihat juga: Jokowi Lantik Khofifah-Emil Dan Pengganti Zumi Zola Sore Ini 

“Kasus Sugi dinyatakan lengkap tanggal 12 Februari 2019, kita akan menyerahkan ke JPU secepatnya. Mungkin minggu ini kita ajukan surat, minggu berikutnya akan lakukan pemanggilan dan mengantar yang bersangkutan ke JPU,” kata Barung.

Senada, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jatim Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengatakan, pelimpahan berkas dan tersangka kasus ini akan dilakukan paling lambat pada pekan depan.

“Bahwa perkara sugi, sudah dinyatakan lengkap dan dilimpahkan tahap 2 penyerahan tersangka dan barang bukti pekan ini, paling lambat pekan depan,” ujar Yusep.

Kepala Bidang Humas
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur Frans Barung.

Yusep menyebut alat bukti itu adalah video vlog berdurasi 1 menit 26 detik yang dibuat oleh Gus Nur kemudian di unggah di Youtube. Video itu dinilai penyidik berisi konten narasi yang menghina kelompok Generasi Muda NU.

“Isi objeknya kasus ini adalah untuk admin angkatan muda PWNU, diakhiri kata-kata dalam isinya selama durasi 1 menit  26 detik.

Yusep menambahkan pihaknya juga tidak bisa mengabulkan permintaan Gus Nur untuk berdakwah di Australia pada Senin (11/2) untuk 3 hari kedepan.

Lihat juga: Pose 2 Jari Saat Jokowi Pidato, 3 Orang Diamankan

Pihak imigrasi juga sudah mengeluarkan surat cegah untuk Sugi yang diajukan sejak November 2018 pada tahap pertama, dan tahan kedua pada 17 Desember 2018 – 17 Juni 2019.

Tidak hanya itu, selain pencekalan, paspor Sugi juga sudah ditarik selama 6 bulan. Maka, untuk permohonan Sugi, tidak dapat dikabulkan.

“Kita sudah mengajukan surat pencekalan. Karena pada saat itu polisi sedang melakukan penyidikan,” kata Yusep.

Nenek Buyut

Gus Nur resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus penghinaan atau pencemaran nama baik melalui videonya.

Penetapan tersangka pada Gus Nur ini dilakukan setelah kepolisian melewati serangkaian pemeriksaan dan meminta masukan pada sejumlah saksi ahli. Hal itu kata dia memakan waktu yang cukup lama.

Atas perbuatannya ini, Gus Nur disangkakan dengan pasal 27 ayat 3 Undang-Undang. Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.