Seputar Berita Terkini dan Terupdate SeIndonesia

Rekapitulasi Sementara KPU Jatim, Jokowi Unggul Jauh

rekapitulasi suara.

Ilustrasi pleno rekapitulasi suara.

Surabaya, K24news Indonesia — Calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengungguli capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno dalam hasil rekapitulasi suara sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur.

Hal itu didapat dari hasil rekapitulasi 23 kabupaten/kota yang telah dirampungkan KPU Jatim pada Rabu (8/9) dini hari, di Surabaya.

Lihat juga: Prabowo Disebut Minta Bachtiar Nasir Ikuti Proses Hukum

Dari data sementara, Jokowi-Ma’ruf mampu unggul di 21 kabupaten/kota. Sedangkan Prabowo-Sandi hanya mampu meraih kemenangan di dua kabupaten/kota, yakni di Bondowoso dan Pacitan.

Jokowi berhasil mendapat perolehan persentase suara 70,33 persen dengan total suara sebanyak 8.850.340. Sedangkan Prabowo mendapat 29,67 persen dengan 3.732.965 suara.

“Sampai hari keempat ini kita sudah menyelesaikan 23 kabupaten/kota yang sudah melakukan proses rapat pleno di tingkat provinisi,” kata Ketua KPU Jatim Choirul Anam saat ditemui di lokasi rekapitulasi Hotel Singgasana, Surabaya, Rabu (8/5).

Lihat juga; Sandiaga Uno Nilai Tim Pemantau Pencaci Jokowi Kurang Kerjaan
Prabowo Subianto dan Joko Widodo.
Dua kompetitor di Pilpres 2019, Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Per hari ini, kata Anam pihaknya bakal merampungkan rekapitulasi 8 kabupaten/kota yakni Situbondo, Probolinggo, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Madiun, dan Magetan.

Itu artinya sudah ada 30 kabupaten/kota di Jatim yang telah selesai direkapitulasi. Besok, Anam menyebut pihaknya hanya tinggal merampungkan tujuh hingga delapan kabupaten/kota saja.

“Harapan kami [hari ini] akan menyelesaikan total 30 kabupaten kota, sehingga besok kita menyisakan delapan atau tujuh kabupaten kota. Jadi harapan kami tanggal 9 Mei semua kabupaten kota sudah siap dan sudah selesai dibacakan,” kata Anam.

Anam menargetkan rekapitulasi itu rampung pada 10 Mei dan segera menyetor hasil pleno itu ke KPU RI.

Lihat juga: Sandi Sebut Jokowi Akui Ada Kecurangan dalam Pemilu 2019

“Sehingga kisaran tanggal 10 atau 11, kami di Jatim sudah bisa melakukan proses rapt pleno terbuka di KPU RI,” ujarnya.

Berikut ini hasil rekapitulasi suara Pilpres di 23 kabupaten/kota di Jatim:

  1. Kediri (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 143.991 suara (78,71 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 38.955 suara (21,29 persen)
  1. Blitar (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 73.660 suara (77,74 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 21.086 suara (22,26 persen)
  1. Pasuruan (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 71.351 suara (56,95 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 53.943 suara (43,05 persen)
  1. Mojokerto (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 60.858 suara (71,03 persen)
    -Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 24.819 suara (28,97 persen)
  1. Madiun (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 84.998 suara (71,39 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 34.069 suara (28,61 persen)
  1. Batu (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 101.288 suara (74,06 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 35.470 suara (25,94 persen)
  1. Probolinggo (Kota):
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 85.184 suara (58,50 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 60.431 suara (41,50 persen)
  1. Nganjuk:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 541.179 suara (80,40 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 131.953 suara (19,60 persen)
Lihat juga: “Mohon Jangan Anak Tirikan Kami”. Kalau Pak Jokowi jawab, “Endasmu!” Situ Mau Apa?
  1. Ngawi:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 424.178 suara (78,11 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 118.860 suara (21,89 persen)
  1. Bojonegoro:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 560.695 suara (67,22 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 273.461 suara (32,78 persen)
  1. Tuban:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 533.704 suara (73,13 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 196.103 suara (26,87 persen)
  1. Lamongan:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 515.751 suara (64,63 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 282.300 suara (35,37 persen)
  1. Gresik:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 506.307 (66,72 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 252.515 suara (33,28 persen)
  1. Lumajang:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 386.281 suara (59,28 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 265.333 suara (40,72 persen)
  1. Ponorogo:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 422.016 suara (71,68 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 166.716 suara (28,32 persen)
  1. Trenggalek:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 351.868 suara (77,01 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 105.036 suara (22,99 persen)
  1. Tulungagung:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 550.644 suara (81,83 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 122.250 suara (18,17 persen)
  1. Blitar:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 638.096 suara (85,21 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 110.751 suara (14,79 persen)
  1. Kediri
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 815.883 suara (82,50 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 173.098 suara (17,50 persen)
  1. Jember:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 891.208 suara (64,82 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 483.786 suara (35,18 persen)
  1. Banyuwangi:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 711.117 suara (72,22 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 273.543 suara (27,78 persen)
  1. Bondowoso:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 213.887 suara (43,51 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno: 277.677 suara (56,49 persen)
  1. Pacitan:
  • Joko Widodo – Ma’ruf Amin : 116.196 suara (41,86 persen)
  • Prabowo Subianto – Sandiaga Uno : 230.810 suara (58,14 persen)
Lihat juga: Jokowi-Ma’ruf Habiskan Dana Rp601,3 M untuk Kampanye Pilpres

Terpisah, KPU Kota Surabaya akhirnya merampungkan rapat pleno rekapitulasi suara pada Rabu (8/5) dini hari. Hasilnya Jokowi-Ma’ruf unggul telak atas Prabowo-Sandiaga.

Jokowi-Ma’ruf berhasil meraup 1.124.966 suara, sedangkan pasangan calon 02 Prabowo-Sandi hanya memperoleh 478.439 suara.

“Kami sudah merampungkan rapat pleni rekapitulasi ini, selanjutnya nya kami akan segera menyerahkan hasil ini ke KPU Jatim, untuk tahapan rekapitulasi di tingkat provinsi,” kata Ketua KPU Surabaya, Nur Syamsi, saat dikonfirmasi.

Prabowo Imbau Relawan Bergerak ke Kecamatan untuk Awasi TPS

Prabowo

Prabowo yakin kalau dia kalah karena dicurangi!


Jakarta, K24news Indonesia – Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengimbau kepada seluruh relawannya untuk berbondong-bondong hadir di kecamatan demi mengawal perhitungan suara. Pernyataan itu diutarakan melalui video berdurasi 3 menit 15 detik yang diunggah pada akun Facebook Prabowo Subianto.

“Saya minta semua relawan, semua kader-kader juga termasuk para purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) supaya berbondong hadir ke kecamatan,” ungkap Prabowo di video tersebut.

Alasan Prabowo mengimbau para relawan ke Kecamatan karena sebagian besar perhitungan suara masih ada di tingkat tersebut. Lalu, mengapa Prabowo meminta relawannya berbondong mendatangi kecamatan?

Lihat juga: KPU soal Prabowo Unggul di Situs Resmi Belum Final

1. Prabowo geram karena merasa terus dicurangi

Situasi yang disaksikan publik pada (17/4) sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pascapilpres 2014 lalu. Prabowo mengklaim kemenangan sepihak dan menyerukan telah terjadi kecurangan secara sistematis yang dilakukan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Oleh sebab itu, untuk mencegah terjadi kecurangan maka satu-satunya solusi yakni dengan mengerahkan orang dan mengawal sendiri proses penghitungan suara. 

“Amankan suara kita, jangan mau dicurangi terus. Yang jelas kita tidak akan terima kedaulatan Rakyat Indonesia dirampok,”ujar Prabowo dalam video yang diunggah pada Kamis (18/4). 

Lihat juga: Prabowo Sujud Syukur Usai Unggul 62 Persen

2. Prabowo sebut demokrasi Indonesia sedang terancam

Capres Prabowo Subianto
Capres Prabowo Subianto ketika tengah melakukan sujud syukur di depan kediamannya pada 17 April 2019

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan bila demokrasi dalam keadaan kritis. Bagi dia, kecurangan yang berdampak terhadap kekalahannya adalah bentuk pengkhianatan terhadap rakyat.

“Saat ini adalah saat-saat yang krusial, yang vital dalam kelangsungan hidup bangsa kita, kedaulatan rakyat kita, yang kita junjung tinggi, yang merupakan bagian integral dari demokrasi yang dianut oleh pendiri-pendiri bangsa kita. Bahwa rakyatlah yang harus dengan tenang memilih pemimpin-pemimpinnya,” kata Prabowo.

3. Prabowo mendapat banyak laporan kecurangan di Pemilu 2019

Prabowo

Berdasarkan data yang dimiliki oleh kubu penantang, banyak laporan yang menceritakan adanya intimidasi dan ancaman supaya tidak memilih pasangan Prabowo-Sandiaga. Bahkan, dia menuding aparatur pemerintahan juga terlibat dalam upaya memenangkan capres petahana.

“Penyimpangan dari kaidah demokrasi telah terjadi di mana-mana. Intimidasi yang terus menerus, penggantian surat suara, penggunaan money politic secara besar-besaran, penggunaan aparat-aparat negara untuk membela kepentingan salah satu pihak, yang jelas merupakan pelanggaran-pelanggaran berat terhadap hukum dan kaidah-kaidah demokrasi,” kata Prabowo. 

4. Prabowo yakin menang di atas 60%

Prabowo

Terakhir, Prabowo yakin dirinya unggul lebih dari 60 persen berdasarkan data internal yang ia miliki. Dia mengklaim data tersebut merupakan potret C1 di ratusan ribu TPS di seluruh Indonesia.

“Dari semua laporan yang masuk keunggulan kita sangat jelas, berada di sekitar 61,62,63 persen bahkan ada juga hitungan 64 persen, tetapi hal ini harus diamankan di tingkat kecamatan,” tutupnya.

Bagaimana menurut pendapat kalian, guys? Perlu dikawal penghitungan suara hingga ke tingkat kecamatan? 

Jokowi: Hasil Survei Di Jabar Sudah Menang, Tapi Tipis Banget

Jokowi optimistis

Jokowi optimistis bisa membalikkan keadaan di Jawa Barat setelah pada Pilpres 2014 lalu dikalahkan Prabowo di Tanah Pasundan.

Jakarta, K24News IndonesiaPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan hasil survei internal dirinya bersama Ma’ruf Amin sudah unggul dari pasangan Prabowo SubiantoSandiaga Uno di wilayah Jawa Barat. Namun Jokowi mengakui keunggulan atas pasangan Prabowo-Sandi masih sangat tipis.

Hal tersebut disampaikan Jokowi kepada para Relawan Balad Jokowi dalam acara parahyangan Bersatu, di Vila Istana Bunga, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Minggu (10/3).

“Kalau kita lihat, hasil survei sekarang itu sudah lewat. Alhamdullilah sudah menang tapi tipis banget. Tugas kita semuanya agar itu jadi kemenangan yang tebel banget,” kata Jokowi disambut riuh para relawan.

Jokowi tidak menjelaskan secara rinci hasil survei internal yang dia singgung. Hal itu disampaikan Jokowi untuk merespons hasil sejumlah lembaga survei yang belakangan masih mengunggulkan Prabowo di Jawa Barat.

Lihat juga: Pakde Karwo Nilai Andi Arief Elegan Mundur Dari Wasekjen PD

Jokowi menyadari pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014 dirinya kalah di Jabar. Saat itu, kata calon presiden nomor 01 pihaknya hanya memperoleh 40,22% suara, sementara pihak lawan Prabowo-Hatta mendapat 59,78% suara.

Namun Jokowi optimistis pihaknya bisa memang di Tanah Pasundan pada Pilpres 2019. “Saya yakin di 17 April kita akan memenangkan Provinsi Jawa Barat, atas Izin Allah,” ujarnya yang mengenakan ikat kepala khas Sunda warna Hitam.

Lihat juga: Ditolak, Rocky Gerung Tetap Akan Menggelar TalkShow Di Jember

Ajak Relawan Lawan Hoaks

Jokowi lebih lanjut mengajak para relawan untuk berani melawan hoaks alias kabar bohong serta fitnah yang disebarkan kepada masyarakat. Menurutnya, hoaks dan fitnah saat ini tidak hanya disebar lewat media sosial, tetapi juga dari pintu ke pintu.

“Jangan sampai, coba dilihat di media sosial isinya hoaks, tidak hanya di dunia maya, sekarang dari pintu ke pintu” kata Jokowi.

Lihat juga: Ali Mochtar Ngabalin Mengaku Salat 2 Rakaat Dengar Andi Arief Ditangkap

Jokowi meminta para relawannya untuk cepat menangkis hoaks dan fitnah dengan cepat. Mantan gubernur DKI Jakarta itu juga meminta kepada relawan tidak takut melawan hoaks dan fitnah yang terus disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Jangan takut lawan yang namanya hoaks, kabar fitnah, kabar bohong, harus kita lawan. Kalau tidak kita lawan dipikir kita takut. Harus dijelaskan dengan fakta-fakta, harus dijelaskan dengan data-data.” ujarnya.

Ratna Sarumpaet Acungkan 2 Jari Sebelum Memulai Sidang

Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang perdana kasus hoaks di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2).

Jakarta, K24News Indonesia – Tersangka kasus penyebaran berita bohong atau Hoax Ratna Sarumpaet sempat mengacung 2 jari yang menjadi ciri khas dukungan untuk pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ratna adalah mantan anggota BPN Prabowo-Sandiaga. Dia mengacungkan 2 jarinya saat menunggu para hakim memasuki ruang sidang untuk memulai persidangan.

Tidak berselang lama, majelis hakim pun memasuki ruang sidang. Sebelum dimulai, Hakim Ketua Joni lebih dulu mengimbau kepada awak media untuk tidak menyiarkan jalannya persidangan secara live.

“Kepada para awak media saya sampaikan bahwa persidangan ini tidak bisa dan tidak boleh disiarkan live sesuai aturan yang berlaku,” kata Joni.

Lihat juga: PKS Sebut Cawagub DKI Mandek Karena Belum Diteken Prabowo

Sidang dimulai sekitar pukul 09.35 WIB. Selanjutnya, Joni memberikan sejumlah pertanyaan kepada Ratna terkait dengan data diri, mulai dari nama, alamat tempat tanggal lahir dan penahanan.

Joni juga sempat menanyakan kepada Ratna sejak kapan dirinya ditahan oleh kepolisian.

“Sejak 5 Oktober 2018,” Jawab Ratna.

Lihat juga: Kunjungi Cilacap, Jokowi Dapat Bambu Sakti dari Warga

Ratna Sarumpaet dijerat Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 46 tentang Peraturan Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Dia ditahan sejak 5 Oktober 2018 setelah mengaku mengarang berita bohong soal penganiayaan dirinya, September tahun lalu.

Jurkam Prabowo: Tenang Saja Pak Jokowi, Belanda Masih Jauh

Prabowo dan Jokowi

Jurkam Prabowo: Tenang Saja Pak Jokowi, Belanda Masih Jauh Tim Prabowo menduga Jokowi mulai bermanuver lebih ofensif karena khawatir elektabilitasnya tersalip.

Jakarta, K24News Indonesia – Wakil Ketua Badan Pemanangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Priyo Budi Santoso menduga penurunan elektabilitas sebagai penyebab sikap capres pertahana Joko Widodo. Lebih banyak melakukan serangan ke kubu lawan beberapa hari terakhir.

Jokowi sempat menyindir berulang kali. Mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, Indonesia punah, hingga keberadaan konsultan Rusia di kubu lawan.

“Kalau ini bentuk kegusaran beliau, bisa jadi karena hasil survei investigatif memang menunjukkan angka-angka yang mengagetkan,” kata Priyo melalui pesan singkat, Senin (4/2).

Lihat juga: Jenggala Tegaskan Dukungan JK 100% ke Jokowi-Ma’ruf

Priyo mengklaim mayoritas wilayah Sumatra sudah dikuasai oleh Prabowo-Sandi. Demikian pula Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Priyo juga mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo Subianto sudah beda tipis di Jawa Timur. Hanya Jawa Tengah terdapat selisih yang cukup besar.

Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, kata Priyo, elektabilitas Prabowo-Sandi sudah unggul. Dia mengklaim separuh wilayah Kalimantan dan Maluku pun telah dikuasai Prabowo-Sandi.

Sekjen Partai Berkarya itu pun heran dengan gelagat Jokowi yang ofensif. Dia melihat Jokowi jelas-jelas menyerang Prabowo-Sandi secara bertubi-tubi. Menurutnya, itu tidak sama dengan gaya berkomunikasi Jokowi yang selama ini dikenal publik.

“Pertanyaan yang membuat gaduh dengan menebar sindiran kesana-kemari tentang Indonesia punah, tempe setipis ATM, operasi plastik, sampai tudingan propaganda ala Rusia segala. Ada apa sebenarnya? Tenang saja Pak Jokowi, Belanda masih jauh,” tutur Priyo.

Lihat juga: Gempa 5,7 SR Guncang Seram Timur, Masyarakat Berhamburan Keluar

Priyo kemudian memberikan penjelasan perihal Indonesia punah yang pernah diutarakan Prabowo dan kemudian disindir Jokowi beberapa hari lalu.

Priyo mengatakan Indonesia akan punah jika dikelola oleh sosok yang amatiran. Begitu pula jika membungkuk kepada kekuatan asing. Menurutnya, itulah Indonesia punah yang di maksud Prabowo.

Priyo Budi Santoso
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso.

Priyo menyatakan tidak ada nada pesimisme dari Prabowo. Dia menyebut hal itu sekedar pernyataan hiperbola dari seorang tokoh yang pandai berorasi.

“Ini mirip dengan pesan Bung Hatta yang menyebut: lebih baik Indonesia tenggelam ke dasar lautan ketimbang menjadi embel-embel negara asing,” ujar Priyo.

Perihal tempe setipis kartu ATM, Priyo menjelaskan hal itu memang fakta yang ditemukan di lapangan. Cawapres Sandiaga Uno yang mendapati tempe seperti itu. Priyo membela Sandiaga dengan menyebut tempe itu sebagai cermin keadaan ekonomi yang kurang baik.

“Diperlukan sikap lapang dada menerima pesan dari bawah seperti ini,” kata Priyo.

Lihat juga: Kolombia Bentuk Militer Dan Pemberontak, 10 Orang Tewas

Priyo juga mengklarifikasi tudingan Jokowi soal penggunaan propaganda ala Rusia. Priyo lantas bertanya balik timses mana yang dimaksud Jokowi. Dia menegaskan pihaknya tidak memainkan propaganda tersebut.

Priyo mengklaim BPN tidak pernah mendengar hal itu. Dia memastikan Prabowo-Sandi pun tidak setuju dengan propaganda yang dimaksud Jokowi.

“Beliau berdua selalu menggariskan model kampanye yang santun, senyum, terukur, sesuai aturan. Mohon maaf tudingan itu sepertinya mengada-ada,” ucap Priyo.

Soal Ratna Sarumpaet tidak luput dijelaskan Priyo. Dia mengaku heran dengan Jokowi yang belum berhenti menyinggung kasus tersebut.

Priyo menggarisbawahi bahwa Prabowo-Sandi adalah korban dari kebohongan Ratna Sarumpaet. Dia menilai Jokowi sering menyinggung hal itu hanya karena ingin menyerang Prabowo.

“Kita hanya bisa mengelus dada saja,” imbuh Priyo.

Lihat juga: Kecepatan Internet Buncit Indonesia Ke-2 Terbawah Dari 45 Negara

Priyo pun berusaha menyindir balik Jokowi. Dia menyinggung soal keberadaan Tabloid Indonesia Barokah yang menyudutkan Prabowo-Sandi.

Sejumlah tokoh nasional sudah meminta agar tabloid tersebut dibakar. Misalnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamdsudin.

Priyo mempertanyakan sikap Jokowi yang hingga kini tidak tegas terhadap keadaan Tabloid Indoneisa Barokah.

“Kami justru bertanya kenapa Pak Jokowi sepertinya mendiamkan saja? Dimana sikap negarawan itu?” kata Priyo.